Tiga Tahap Membangun Rumah Tumbuh Horizontal

Tiga Tahap Membangun Rumah Tumbuh Horizontal

Rumah tumbuh horizontal adalah rumah yang dibangun dengan cara “nyicil” dengan memanfaatkan lebar tanah, bertahap lantaran tiga hal: ketersediaan dana, seiring bertambahnya anggota keluarga, atau karena pertambahan aktivitas.

Sebagai ilustrasi, seorang bernama Ryan, saat ini masih lajang dan akan segera menikah. Dua tahun ke depan, rencananya, ia sudah memiliki satu anak. Lima tahun ke depan, ia sudah memiliki dua anak dan satu usaha yang bisa dikerjakan di rumah. Selain itu, ia menginginkan taman bermain mungil untuk anak-anaknya di belakang rumah. Beruntung, ia mendapat sebidang tanah di atas 100 m2, dan di masa kini, dianggap relatif luas, yaitu 126 m2. Maka, ia pun berencana membuat rumah tumbuh horizontal yang akan ia bagi menjadi tiga tahap membangun rumah.

Sebagai tahap awal, adalah mendata ruang yang dibutuhkan beserta besarannya.

RUANG JUMLAH LUASAN (m2)
Ruang Duduk  1  10.5
Kamar Utama  1  10.5
Kamar Anak  2  18
Ruang Makan + Dapur  1  14
Kamar Mandi  2  6
Ruang Usaha  1  16
TOTAL 75

Gbr 1. Tipe 75/126

Berikutnya, membuat rancangan untuk tahap kedua. Di sini, tinggal menghapus gambar ruang-ruang yang belum dibutuhkan, yaitu 1 kamar tidur anak dan ruang usaha.

Gbr 2. Tipe 50/126

Langkah terakhir, membuat rancangan rumah tahap awal. Jadi, urutan membuat desain terbalik dengan urutan membangun rumah. Dengan demikian, prosesi renovasi menjadi efisien, tidak tambal sulam, tidak ada dinding yang dirobohkan atau kamar mandi yang dibongkar. Di sini juga terjawab, alasan konfigurasi denah awal. Tujuan akhirnya jelas, terukur, berdampak pada anggaran biaya yang terkendali.

Gbr 3. Tipe 38/126

Beberapa pertimbangan dalam membuat desain rumah:

  1. Tidak menutupi seluruh muka tanah dengan bangunan tanpa menyisakan ruang hijau. KDB (koefisien Dasar Bangunan) akan ideal di seputaran angka 50%. Artinya, hanya separo dari lahan yang terbangun, sisanya lahan hijau.
  2. Rumah terbilang sehat jika terdapat ventilasi udara dan cahaya setiap ruang.
  3. Penting menanam vegetasi, baik di halaman depan atau belakang untuk memasok oksigen, menangkap debu, dan penyaring kebisingan.
  4. Area sanitasi, seperti dapur dan kamar mandi, jika mungkin dibuat berdekatan, sehingga hemat pipa serta mudah dideteksi dan diperbaiki ketika terjadi kebocoran.

Hal yang perlu diingat, perancangan rumah tumbuh akan berhasil secara optimal jika patuh pada dua hal, ketetapan desain dan rancangan biaya membangun rumah. Jangan lupa mengkonsultasikan pada pihak developer atas perubahan denah sehingga tidak terjadi kesalahan konstruksi sejak awal.

Langganan RSS Feed yang berisi update komentar untuk tulisan ini.

Belum ada tanggapan

  1. harus benar tahap”nya,, sipp deh,,

Tulis tanggapan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*