SOFT CAPITAL: Relasi Jaringan Sebagai Modal Bisnis Property

SOFT CAPITAL: Relasi Jaringan Sebagai Modal Bisnis Property

Menghitung dalam 30 menit, kebanyakan orang dengan mudah mampu menemukan 100 daftar nama teman, kerabat, relasi, kolega, partner atau orang lain siapa saja yang dikenal. Nama-nama yang saling berhubungan atas arus kepentingan atau sekedar perjumpaan biasa itulah jaringan. Bermula dari daftar nama sebuah gagasan dikomunikasikan. Pragmatisme kepentingan di antara orang yang saling berjejaring tak bisa dihindari, justru karena kepentinganlah jaringan hidup dan bergerak, atau menggerakkan. Baik dan wajar saja saya kira jika perjumpaan berbalut kepentingan tersebut kemudian saling ditransaksikan. Satu kepentingan yang saling ditukar untuk keuntungan dua pihak sekaligus karena adanya kerelaan.

Prinsip berjaringan bisa beragam, kawan baik saya, yang juga pengusaha properti dan pemilik toko Rahayu Elektronik di Kotagede, Jogjakarta, lebih memilih menempatkan niat berkawan an-sich, baru kemudian kepentingan transaksional jika pun sreg. Baginya, jika harus berkepentingan dalam relasi jaringan, bisa dimulai dari kesamaan tujuan kepada Tuhan, semangat berkerabat yang kekeluargaan, pencapaian keseimbangan keluarga dan kesehatan, baru setelahnya kepentingan pragmatis berdimensi uang. Dalam pandangan kawan saya ini, tidak mengapa banyak orang yang dikenal dan berelasi jika itu menjadikannya dekat kepada Tuhan. Sebuah motif transenden atas perjumpaan dengan sesama manusia. Motif berelasi yang dikonstruksikan dengan benar, menurutnya, berakibat dengan sendirinya pada relasi kepentingan pragmatis berdimensi uang.

Dunia telah amat terbuka, ruang publik tersingkap karena peran media masa. Mewabahnya media sosial seperti Facebook dan Twitter amat memudahkan komunikasi. Dalam hitungan detik, orang-orang bisa saling mengabarkan kejadian dan saling mengutarakan maksud persis seperti kalau mereka berjumpa langsung. Komunikasi mudah membantu para pihak yang saling berkepentingan memperoleh informasi yang cukup sebelum mereka mulai menyikapi lebih serius.

Menjajakan gagasan bisnis properti di jejaring relasi sebagai permulaan, dinilai tepat dan mudah dilakukan. Mengabarkan potensi bisnis yang dimiliki satu pihak, meminta dukungan untuk saling meringankan rasio kebutuhan modalnya, memaparkan resiko utuh dan kemungkinan ruginya, sekaligus menawarkan pembelian mudah sembari mengurus pematangan bisnisnya adalah sangat mungkin dan mudah dilakukan. Publik telah jauh lebih melek bisnis dan memilki kesadaran berbagi kepentingan. Kata kunci berbagi kepentingan bersama orang lain amat menentukan keberhasilan menjual gagasan di relasi jaringan. Jika bisnis properti dimulai dengan cara ini, maka tantangan awal penguasaan lahan, modal kerja, pasar pembeli, pengelolaan konstruksi menjadi ringan dimulai.

Hasib As'ad

Hasib As'ad adalah pegiat usaha property developer sejak tahun 2001, bertekad tumbuh dan berkembang dengan terus belajar. Saat ini, mendampingi 7 developer baru mengelola proyek perumahan.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Switch to our mobile site