SOFT CAPITAL: Mindset Sebagai Modal Bisnis Property

SOFT CAPITAL: Mindset Sebagai Modal Bisnis Property

Saya suka sekali menggunakan kalimat Soft Capital, sebagai kebalikan dari pengertian modal uang dan modal kebendaan, untuk memotivasi diri dan menaikkan derajat rasa percaya diri (self confident) . Kala itu tahun 1996, saya pertama kali mendengar penjelasan tetang soft capital dari profesor Djamaludin Ancok, selagi kuliah umum psikologi industri dan organisasi.

Diterangkan, soft capital adalah modal intelektual bersumber dari dalam diri yang amat berharga, mudah didapat, murah, diasah dari kebiasaan belajar, dan melekat tak bisa ditiru, apalagi dicuri. Khasanah kekayaan dan kemampuan intelektual yang sama bernilainya dengan uang atau benda matrial berharga. Bekal amat berguna untuk menembus ketatnya dunia industri (lapangan kerja, usaha, dan pilihan profesi).

Mindset adalah soft capital. Sebentuk cara pandang personal yang khas tentang suatu objek, bersumber dari konstruksi pikiran —beberapa pemikir-teoritis sosial memasukan perasaan dan kelembutan hati sebagai unsur mindset— yang mempengaruhi kecenderungan perilaku. Kelekatan sifat atau bisa juga disebut karakter tentang cara pandang ini amat berpengaruh pada banyak hal. Kemampuan adaptasi, kreatifitas, respon sikap, pula tindakan empiris dipengaruhi mindset dalam diri.

Saya sendiri lebih suka menabrak pakem retorika sosial, dengan menganggap mindset sebagai “rumah” pikiran dan keyakinan asal perilaku. Ia melekat kukuh tetapi temporal, permanen hanya dalam kurun waktu tertentu sampai tergantikan pemahaman baru dari hasil belajar dan meng-konklusikan peristiwa sehari-hari, dari pengalaman.

Lalu apa hubungannya mindset yang merupakan soft capital tadi dengan dunia bisnis property..? Jelas, bisnis properti itu padat modal (uang). —Bohong kalau ada yang mengatakan bisa berbisnis properti tanpa modal uang, saya yakin dan kekeh terhadap pandangan ini, membuktikan sampai pengadilan pun berani, ibaratnya. Hubungannya adalah justru karena mindset (cara pandang dan keyakinan) yang benar, utuh, tuntas dan detail tentang bisnis properti itulah uang orang lain (kerabat, teman, investor, bank, dan lainnya) mungkin didatangkan sebagai modal.

Tidak semua orang yang berniat menekuni bisnis properti beruntung memilki modal uang sendiri, atau toh jika punya modal uang sendiri pun tidak serta-merta bisa dan mampu mengelola bisnis properti. Di sinilah penting dan berharganya mindset tentang bisnis properti bagi yang hendak mengawali. Diharuskan terlebih dulu memiliki cara pandang benar tentang karakteristik, aspek, metodologi pengelolaan dan problem solving bisnis properti. Bekal ini berguna untuk menyajikan prospektus bisnis ringkas yang nantinya dipakai meraup dukungan uang modal dari orang lain. Karenanya, seminar, workshop dan pelatihan yang mengurai tuntas detail bisnis properti, bukan yang sekedar provokatif dan bombastis, diperlukan bagi pemula bisnis properti.

Hasib As'ad

Hasib As'ad adalah pegiat usaha property developer sejak tahun 2001, bertekad tumbuh dan berkembang dengan terus belajar. Saat ini, mendampingi 7 developer baru mengelola proyek perumahan.

Tulis tanggapan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

Switch to our mobile site