Langkah cepat, praktis dan mudah dilakukan dari kerja professional broker properti bisa dimulai dari listing produk properti. Mendata pasti jumlah produk properti (rumah, ruko, gudang, rumah kost, hotel, perkantoran, dan lainnya) yang valid dan bisa ditawarkan ke pasar pembeli atas ijin pemiliknya. Dikatakan mudah karena kerja listing produk properti bisa dilakukan dengan cara konvensional, mendatangi satu persatu rumah yang ada papan namanya “rumah dijual”, mencari informasi properti dijual dari teman, atau mendatangi lokasi proyek yang sedang berlangsung pembangunannya, atau bisa juga dengan menelpon langsung pemasang iklan rumah dijual di kolom iklan baris yang banyak ditemukan di koran. Tak perlu kuatir ditolak, karena pada prakteknya bantuan jasa menjualkan properti amat diperlukan pemilik properti yang tentu saja lebih senang kalau propertinya cepat laku terjual.
Listing pruduk properti valid penting sekali bagi professional broker properti karena merupakan faktor utama yang amat mempengaruhi terjadinya transaksi. Semakin lengkap dan banyak pilihan produk, pembeli properti akan punya cukup pertimbangan dan kesesuaian keinginan, tidak lagi mencari informasi produk properti ke tempat lain, dan itu artinya makin meberpesar pula peluang terjadinya transasksi. Merasa puas terlayani karena banyak pilihan. Namun demikian, beberapa hal prinsip harus diteliti dan diseleksi ketat menyangkut listing produk properti oleh profesional broker properti, khsusnya broker properti pemula, antara lain:
- Produk propertinya dilengkapi surat-surat properti yang sah (sertifikat, IMB, PBB ) tidak dalam sengketa
- Produk properti yang ada harus sesuai dengan peruntukan dari rencana tata kota setempat.
- Penilaian harga produknya wajar berdasarkan pertimbangan:
- Harga tanah matang siap bangun.
- Kondisi jalan (lebar jalan, aspal, tanah biasa, rusak, dll)
- Bebas banjir
- Sarana dan Prasarana Umum
- Dilalui kendaraan umum/angkutan
- Dekat dengan fasilitas umum seperti: rumah sakit, klinik, tempat ibaadah
- Dekat perkantoran, pasar, bank, sekolah, tempat rekreasi
- Lingkungan
- Berbentuk hunian dalam kawasan
- Aman, bersih, dan tertata rapi
- Merupakan kawasan berkembang untuk hunian dan industri
- Jarak dan waktu tempuh ke pusat kota
- Niali tambah disekitarnya berupa karaena faktor budaya, misalnya.
- Kondisi produk properti
- Luas tanah
- Luas bangunan
- Banyak dan besar ruangan
- jumlah kamar tidur dan kamar mandi
- Spesifikasi bahan bangunan
- Kondisi aktual bangunan
- Bentuk bangunan dari sisi arsitektural
- Arah mata angin letak hadap bangunan
- Fasilitas tambahan AC, pemanas air, kitchen set, dll
Gambaran di atas mutlak dijadikan acuan bagi profesional broker dalam melakukan kerja listing di permulaan, apakah suatu produk layak jual atau tidak. Jika selektif sejak awal, maka pembeli dengan sendirinya akan merasa terbantu, dimudahkan, dan timbul keyakinan kuat tanpa was-was karena pruduk properti yang ditawarkan aman dari sisi legalitas, berkategori baik kualitasnya, dan berada di lokasi strategis umumnya. Kemampuan listing bagi professional broker properti menjadi ukuran sebenarnya tentang professionalisme kerjanya, meyajikan yang terbaik kepada pembelinya secara jujur dan obyektif berdasarkan kewajaran pasar, serta menjadi solusi nyata bagi penjual propertinya karena menjembatani kecepatan terjual sebuah produk properti.




17 Feb 2012 pada 03:35
Terima kasih, sungguh menarik memang…. Saat ini saya sedang belajar dan menggeluti bisnis broker ini. Selanjutnya mohon bimbingan lebih dalam lagi agar lebih profesional, amanah dan jujur.