Memulai Bisnis Property dari Lahan Kecil

Memulai Bisnis Property dari Lahan Kecil

Kecil berarti awal mula, kecil mengisyaratkan sesuatu yang terus tumbuh dari ke-asalan-nya, ukuran aktual menjadi ukuran optimal kelak. Yang kecil, berdasar hukum alam justru memiliki peluang berkembang, terus meninggi, membesar, bahkan pula menjadi raksasa dikeberlangsungnnya. Bisnis property yang di dalamnya terbuka dialektika, pergumulan, diskursus pemikiran dan strategi taktis orang-orang yang mengelolanya, pun tak luput dari hukum alam ini. Ada masanya kelak di waktu tepat, di momentum puncak pertumbuhannya, yang kecil sebagai bisnis property, besar akhirnya seiring perjalanan waktu.

Lahan tanah kecil untuk memulai bisnis property, dari sudut pandang berbeda malah dianggap kecerdasan strategi. Harus diakui bahwa yang kecil memang rentan dan ringkih terhadap tekanan beban, tapi tidak dengan pergerakannya. Kecil itu identik dengan kelincahan bergerak dan berpindah. Di ruang nyata bisnis property, sudah banyak bukti lahan tanah kecil yang di-treatment dengan pendekatan tepat dan pintar mampu beroleh laba maksimal. Gampang dijual, sederhana pengelolaannya, tidak ribet mengelola perijinannya dan terhindar dari beban biaya manajemen yang besar. Hukum dagangnya selalu sama, efisien dan efektif sebangun dengan hasil produk yang kompetitif. Dampak positifnya produk (rumah) yang kompetitif pun pada gilirannya gampang dijual.

Kisah mereka yang telah berhasil memulai bisnis property dari lahan tanah kecil selalu terngiang, memberi daya dorong dan inspirasi tindakan bahwa bisnis property sangat mungkin dilakukan dalam skala kecil terlebih dulu. Dalam anggapan praktis saya, lahan tanah kecil bisa berarti mengandung dua konotasi pemahaman. Pertama, apabila bisnis propertinya dimulai di kota besar, lahan tanah kecil berarti ukuran luasannya memang kecil, karena kemapuan mengusai lahan besar tak sebanding dengan kemampuan keuangan. Kedua, apabila bisnis propertinya dimulai di kota-kota sekunder (kota kecil kabupaten) lahan tanah kecil berarti nilai uangnya yang kecil dari luas lahan ribuan meter hingga hektaran, karena nilai tanahnya murah. Terhadap dua pendekatan ini, subyektifitas saya mengatakan, lahan kecil sebagai kecerdasan praktis memulai bisnis property. Mungkin dan layak dilakukan.

Langganan RSS Feed yang berisi update komentar untuk tulisan ini.

5 Tanggapan

  1. Terima kasih, sepertinya iklim di sini bagus…

  2. grateful thanks!!..analisa yang cerdas, pada umumnya masyarakat luas berangapan sesuatu yang “KECIL” adalah hal yang dinomer terakhirkan, maka hal-hal yang KECIL secara bawah sadar dan secara tidak langsung akan menjadikan hal yang MALAS untuk dipertimbangkan bahkan DISINGKIRKAN..
    “Karena mindset yang tertanam di dalam JUTAAN KEPALA MANUSIA adalah HAL besarlah yang akan memberikan SESUATU yang besar”

    TETAPI

    jangan pernah lupakan prinsip dasar HUKUM ALAM:
    – sesuatu yang besar berawal dari yang KECIL-

    artikel ini benar-benar membantu walau bertema KECIL tapi memberikan HARAPAN dan SEMANGAT yang BESAR

    greatful thanks.. :)

  3. mantaff analisanya, memang seharusnya “kecil” bukan berarti menihilkan nilai sebuah bisnis. Bisnis bukan dilihat dari kecil atau besarnya lahan, atau bahkan besar atau kecilnya modal, tetapi bisnis yang sebenarnya menurut saya adalah bisa dilihat dari besar atau kecilnya NIAT dan SEMANGAT. Sebesar apapun modalnya, tapi miskin niat dan semangat, maka tinggal menunggu waktu untuk kembali keperaduan, demikian juga bagi yang kecil modal dan kecil niat dan semangat.

    Syoo kawan…modal kita adalah niat dan Semangat…dan biarkan Tuhan yang mengatur bagaimana ‘CARANYA”

    we just think…and let GOD DO IT,

    Salam Selaras

Tulis tanggapan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*