Contoh Surat Keterangan Penghasilan Tambahan untuk KPR

Contoh Surat Keterangan Penghasilan Tambahan untuk KPR

Sebenarnya, tidak ada format baku yang bisa dicontoh dalam membuat Surat Keterangan Penghasilan Tambahan (SKPT) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditujukan ke perbankan. Surat semacam ini sifatnya kasuistik. Dibuat oleh nasabah yang sedang mengajukan KPR untuk membuat bank lebih yakin terhadap kemampuan bayar angsuran bulanan. Prakteknya, Surat Keterangan Penghasilan Tambahan hanyalah data administratif pendukung, di luar data prinsip yang dianalisa oleh perbankan, seperti slip gaji, laporan keuangan, dan penghasilan resmi lainnya yang bisa dibuktikan dengan legal administratif pula.

Kerap terjadi saat nasabah mengajukan KPR dengan nilai pembiayaan tertentu, perbankan hanya mengabulkan sebagian dari jumlah yang dikehendaki. Plafon kreditnya turun, istilah per-bank-an-nya. Padahal jika diteliti secara cermat dan didalami secara utuh, nasabah tersebut benar-benar memiliki kemampuan bayar sesuai dengan plafon kredit yang diajukan.

Di sektor usaha informal (pedagang kaki lima, pemilik toko kelontong, warung makan, dan lainnya), usaha pertanian, maupun usaha skala kecil lainnya, kemampuan mengansur cicilan dari nasabah kadangkala tak bisa dilampiri bukti otentik. Lemahnya administrasi keuangan dan tak adanya Badan Hukum atas usaha tersebut adalah salah satu penyebabnya. Terhadap kebuntuan jenis ini, Surat Keterangan Penghasilan Tambahan bisa menjadi jalan tengah antara nasabah dan perbankan.

Sederhanya, Surat Keterangan Penghasilan Tambahan isinya menerangkan data prinsip identitas diri, asal penghasilan yang logis, jumlah permanen setiap bulannya, dan lamanya masa waktu yang telah berjalan dari sumber penghasilan tersebut. Surat pernyataan tersebut dibuat dan wajib dibubuhi matrei cukup sebagai bukti keabsahannya. Berikut ini contoh ringkasnya:

Download (PDF, 24KB)

Langganan RSS Feed yang berisi update komentar untuk tulisan ini.

Belum ada tanggapan

  1. Dh,

    Saat ini KPR saya sudah di setujui oleh Ban BTN dan surat SP3K sudah keluar namun plapon yang di harapka tidak sesuai dengan yang di inginkan.
    Mohon bantuannya untuk mengilimkan contoh surat untuk pengajuan kenaikan plapon.
    Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    Wassalam,
    Dedy.

Tulis tanggapan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*