Info & Tips Properti

Contoh Analisa Marketing Perumahan Berikut Rekomendasinya

Contoh Analisa Marketing Perumahan Berikut Rekomendasinya

Manfaat melakukan evaluasi marketing secara periodik membantu agar developer perumahan tak tersesat di jalan gelap marketing. Disadari kerja marketing itu bersifat proyektif, sementara hasilnya, target penjualan, juga biaya program yang dikeluarkan developer bersifat kuantitatif, pasti. Contoh analisa marketing perumahan berikut rekomendasinya dalam tulisan ini menggambarkan bagaimana kerja teknis marketing bisa dilakukan terukur.

Ada benarnya jika banyak pelaku bisnis properti mengatakan, tantangan tersulit bagi developer perumahan adalah melakukan kerja pemasaran. Menjual rumah dengan cepat dan menerima cash in melimpah dari penjualan. Karena itu mengatur ritme kerja marketing memerlukan keahlian khusus. Percampuran kemampuan teknis proyek, keuangan, legalitas dan kemampuan membangun relationship dengan konsumen sekaligus.

Developer memerlukan analisa marketing perumahan akurat agar cepat dan tepat dalam menjual rumah. Memerlukan ikhtisar yang merangkum atas  segala gejala pasar, data based konsumen, data respon iklan dan data lain berkaitan dengan kegiatan marketing. Semua data itu memberi tanda dan petunjuk jika developer mampu melakukan analisa. Contoh di bawah ini bisa digunakan sebagai referensi.


Contoh Analisa Program Marketing

  1. Respon konsumen di  5 lokasi perumahan kita: Griya Sewon Indah, Griya Trikan, Bale Ayem Pandanaran, Bale Ayem Sidomulyo dan Wasa Grha Tlogoadi masih sangat baik. Terbukti dari total data based konsumen masuk bila diakumulasikan sejumlah 478 calon konsumen. Membuktikan bahwa program promo iklan marketing  perumahan berhasil menarik respon pasar. Terutama dari media online dan outdoor media berupa rountag dan bilboard yang dipasang di seputar lokasi proyek. (uraian ini sekedar contoh analisa program marketing)
  2. Khusus untuk Bale Ayem Sidomulyo respon media promo outdoor media mulai melemah, tak terlalu banyak respon calon konsumen jika dibandingkan dengan Griya Sewon Indah dan Pelangi Bale Ayem Pandanaran. Selama kurun waktu 20 hari sejak pemasangan rounteg hanya didapat 38 respon calon konsumen menghubungi. Hal ini mengindikasikan bahwa pemasangan rountag di sekitar lokasi perumahan perlu dilakukan evaluasi. Titik pemasangan baliho dan rountag  perlu diperbanyak.
  3. Respon bagus calon konsumen justru didapat dari media online. Sejak diiklankan di 11 portal properti di internet pertanggal 7 April 2014, terdapat lebih 300 calon konsumen menghubungi. Kendala belum bisa dilakukan closing penjualan maksimal, hanya mencapai 8 unit rumah terjual, barangkali karena faktor belum adanya rumah contoh terbangun di proyek.  Banyak calon konsumen menunggu kalau sudah dibangun rumah contoh seperti gambar di iklan baru mau memutuskan beli rumah.
  4. Bale Ayem Pandanaran memang belum dilaunching secara resmi. Belum dibuatkan media promosi cetak maupun rountag dan baliho. Tetapi dari iklan Online marketing perumahan yang dilakukan selama 25 hari di sejumlah 8 akun portal properti gratis dan 2 akun premium berbayar menunjukkan respon kuat. Terdapat lebih 90 calon konsumen menghubungi via telp ke marketing.
  5. Sejumlah 27 calon konsumen yang menghubungi   telah diantar marketing mengunjungi lokasi perumahan . Sayangnya belum hanya 3 calon konsumen bisa diclosing karena kondisi lokasi proyek belum mendukung. Belum bisa digunakan untuk daya tarik yang mempercepat keputusan beli konsumen di lokasi Wasa Grha Tlogoadi.
  6. Griya Trikan Jogja ramai dikunjungi calon konsumen tiap hari sabtu dan minggu. Type 45 tinggal 1 unit di posisi hook jadi rebutan konsumen. Dan sudah 4 kali hampir deal, tapi belum ada satu pun yang memberi tanda jadi pembelian karena menganggap harga jual terlalu mahal. Respon konsumen untuk type 65 lumayan banyak dan sedang menunggu rumah contoh jadi. Dalam hal ini perlu pendekatan dan keputusan khusus dari manajemen developer

Catatan: Dari 6 item analisa di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa program marketing kita selama ini, mengandalkan iklan media online dan pemasangan outdoor media (6 titik baliho dan 500-an rountag) perlu diimbangi dengan program promo lain. Iklan koran bisa dipertimbangkan  sebagai prioritas program marketing bulan depan.

 

Contoh Rekomendasi Marketing

  1. Perlu dibangun rumah contoh 2-3 unit di Wasa Grha Tlogoadi untuk meyakinkan calon pembeli supaya bisa diclosing cepat oleh marketing. Konsumen menunggu bukti kongkrit adanya aktifitas fisik konstruksi di proyek. Rekomendasi marketing jenis ini praktis dan padat sebagai contoh.
  2. Segera dilakukan aktifitas lapangan di proyek Bale Ayem Pandanaran. Setidaknya membuat jalan lingkungan di lokasi proyek atau syukur-syukur bisa dibangun main gate di bagian depan. Aktifitas tukang bekerja di proyek menandakan pengembang perumahan kredibel. Dan konsumen menyukai membeli rumah ke pengembang kredibel, bersedia membangun rumah contoh.
  3. Pemasangan baliho permanen di berbagai titik strategis kota perlu dilakukan. Khususnya untuk mendukung penjualan Griya Indah Sewon yang berkategori produk perumahan premium. Media promo yang elegan, mewah, sebagaimana terpampang di billboard besar pinggir jalan diyakini amat efektif untuk menarik minat beli calon konsumen.


Contoh Usulan Treatment Program Marketing

Dari program promo dan iklan marketing perumahan yang dilakukan selama ini didapat sangat banyak potensi penjualan dari calon konsumen. Data aktual saat ini berjumlah 478 calon konsumen. Di samping karena faktor produk rumah, terjadinya closing penjualan juga sangat dipengaruhi oleh ketrampilan kita sebagai marketing.

Kami menyadari bahwa skill marketing  yang kami milik masih terbatas dan perlu terus dapat mentoring, pendampingan dan pelatihan sebagaimana selama ini berlangsung. Bulan depan kami memberi usulan treatment program marketing kepada manajemen developer untuk memberi pelatihan tentang  KOMUNIKASI EFEKTIF dan TEKNIK CLOSING.

 

Info Konsultan Developer: Afra Dian Yasmin, 081804054813


Tulis Tanggapan