Cara Cepat Menjual Rumah Lewat Broker

Cara Cepat Menjual Rumah Lewat Broker

Saya kerap mendapat pertanyaan dari pemilik rumah (non developer), bagaimana cara cepat menjual rumah, sebanding pula dengan banyaknya pertanyaan dari calon pembeli rumah, bagaimana cara mudah menemukan rumah yang cocok dibeli, atau jenis pertanyaan bernada keluhan calon pembeli rumah tentang susahnya bersepakat dengan penjual rumah tentang cara bayar yang aman, mudah  dan saling melindungi. Pembeli dan penjual rumah meski di garis kepentingan berbeda, sebenarnya berada dalam problem yang sama. Mereka saling mencari dan saling mebutuhkan tetapi sukar bertemu dengan sendirinya. Perlu jembatan di antara mereka, professional broker properti.

Umum dan paling sering dilakukan oleh penjual rumah adalah memasang iklan di media cetak koran di kolom iklan baris, terutama di tiap hari sabtu —mitos temurun yang terbukti ramai. Harapannya bisa ketemu dengan satu, dua, calon pembeli yang benar-benar berminat karena membaca iklan mereka. Sayangnya pola semacam ini diduga makin lama makin tidak efektif, karena jika diteliti secara seksama, di halaman ikaln baris Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, sebagai contoh, terdapat hampir 1000-an iklan rumah tiap sabtu yang sudah mebuat eneg orang untuk membacanya. Saking banyaknya malah terlewat tidak terbaca. Perlu pendekatan lebih dari sekedar iklan baris di koran; website, blog, brosur dan jenis iklan lainnya.

Jika pun kebetulan calon pembeli sempat melihat iklan, dan lalu langsung bertemu penjual rumah, urusannya tidak lalu sederhana dengan sendirinya terjadi transaksi. Ada hambatan komunikasi dikebanyakan kasus justru ketika penjual dan pembeli bertemu langsung. Kikuk, tidak lepas komunikasinya. Karena bisa jadi, calon pembeli baru pada tahap lihat-lihat dulu, mempertimbangkan, belum akan mengambil keputusan. Ada terbersit rasa sungkan biasanya dari calon pembeli. Memang dengan bertemu langsung penjual rumah, pembeli lebih yakin memperoleh sumber informasi valid dengan pihak yang bisa mengambil keputusan, tetapi sebagaimana karakter yang bisa dikenali dari pembeli rumah umumnya, mereka amat pemilih. Mudah berubah dan tidak bisa didekte.

Pembeli rumah perlu pertimbangan matang, cukup waktu, sebelum menjatuhkan pilihan beli, karena sekali lagi yang dibeli adalah rumah, berkategori tidak murah (banyak uang dikeluarkan). Hanya jika ia sudah bulat keputusan, pembeli merasa relax, ringan, penuh percaya diri bertemu penjual rumah langsung.

Dari sisi penjul rumah, saya berkali menjumpai sikap jemu saking seringnya orang datang sekedar melihat. Dalam kadar tertentu bahkan sampai membuat penjual jengkel dan frustasi. Tidak lagi antusias karena banyak yang melihat rumahnya tetapi tak kunjung transaksi. Padahal sebagai pihak yang saling mencari dan membutuhkan, penjual dan pembeli, jarak mereka sudah teramat dekat. Tinggal melepas tuas ibaratnya, maka transaksipun terjadi. Mereka dekat tapi tidak “ketemu”. Terhadap probem yang demikian ini lah pihak ketiga, professional broker menemukan momentum obyektifnya sebagai pengurai kebekuan, kemudian mendorong percepatan transaksi. Professional broker properti berpengalaman ringan mendorong deal transaksi karena ia relatif netral dan terlatih . Menengahi kedua belah pihak.

Kemudahan lain yang bisa didapat pemilik rumah ketika menggunakan professional broker properti untuk urusan menjual rumah, antara lain adalah:
1. Dibantu cara menetapkan harga jual wajar berdasar mekanisme pasar.
2. Aman dan bebas dari gangguan penipuan berkedok transfer palsu lewat ATM.
3. Jangkauan pemasaran lebih luas karena broker punya banyak jaringan.
4. Properti lebih cepat terjual karena ditawarkan terus menerus.
5. Terhindar dari “bunga-bunga” transaksi (transaksi semu, sebatas tanda jadi saja)
6. Pengecekan sertifikat dibantu.
7. Proses transaksi lebih mudah, tidak repot mondar-mandir mengurus berkas (KPR)
8. Diuruskan Akta Jual Beli dan nota real jual belinya di notaris.

Besaran fee penjualan yang diberikan kepada professional broker jika dibandingkan percepatan penjualan rumah sungguh tidak signifikan, jika penjual rumah menggunakan jasa mereka. Bagi penjual rumah, bukankah lebih baik menerima uang 1 milyar rupiah saat ini, ketimbang harus menunggu 12 bulan.

Langganan RSS Feed yang berisi update komentar untuk tulisan ini.

4 Tanggapan

  1. Calon pembeli baru pada tahap lihat-lihat dulu, ya memang saya merasakan sediri hal ini. banyak yang cuma lihat2 saja dan berdalih berumbuk ( kompromi) terlebih dahulu. ujung2 nya tidak jadi beli. Buat ADMIN terima kasih artikelnya.

  2. bagaimana jadi broker profesional ada izin dan legalitas usaha tersebut?

  3. Seharusnyalah kita yang mengaku Broker Profesional…mendalami apa yang tertuang dalam untaian bait-bait kang hasib ini….membuka cakrawala masyarakat untuk bersinergi bukan sekedar mencari untung masing-masing

    salam Selaras,

Tulis tanggapan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*